Gejala Penyakit Diabetes Melitus

gejala penyakit diabetes melitusApakah anda penderita diabetes? disini akan kami jelaskan tentang apa itu penyakit diabetes melitus dan gejala-gejala seperti apa yang awainya ditimbulkan, berikut penjelasannya.

Diabetes berasal dari kata Yunani yang berarti mengalirkan/ mengalihkan
Mellitus adalah kata Latin untuk madu, atau gula.

Diabetes mellitus adalah penyakit yang mengeluarkan sejumlah besar urin yang terasa manis. Diabetes mellitus adalah penyakit yang dikarenakan oleh kelainan hormon insulin sel-sel dalam tubuh tidak mampu menyerap glukosa dari darah. hal ini timbul ketika dalam darah tidak terdapat cukup insulin atau saat sel-sel tubuh kita dapat bergerak normal terhadap insulin dalam darah.

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang telah menyerang 12 juta orang. Tujuh juta dari 12 juta penderita diabetes tersebut telah terdiagnosis; sisanya belum terdiagnosis. Di Amerika serikat, kurang lebih 650.000 kasus diabetes baru didiagnosis setiap tahunnya (Brunner & Suddarth, 2000 Hal. 1220)

Diantara individu yang berusia lebih dari 65 tahun, 8,6 % menderita diabetes. Angka ini mencakup 15 % populasi pada panti lansia. Di Amerika Serikat, orang Hispanik, Negro dan sebagian penduduk asli Amerika memiliki angka insidens diabetes yang lebih tinggi dari pada penduduk kulit putih. Sebagian penduduk asli Amerika, seperti suku Pima, mempunyai angka diabetes dewasa sebesar 20 % hingga 50 %.

Meski penyakit ini belum bisa disembuhkan, tapi sebenarnya diabetes tipe 2 adalah penyakit yang perkembangannya berjalan lambat dibanding penyakit kronik lainnya. Perjalanan penyakit ini bisa terjadi selama berbulan-bulan, bahkan tahunan. Gejalanya pun muncul secara bertahap, hingga kadang sulit dideteksi.

Berikut Gejala Penyakit Diabetes Melitus Yang Penting Untuk Di Ketahui

1. Cepat haus

Polidipsia adalah kondisi dimana seseorang merasakan haus dan seringkali merupakan gejala awal diabetes. Terkadang akan merasa kering di daerah dalam mulut. Namun, gejala seperti ini tidak berarti seseorang menderita diabetes karena orang yang melakukan aktivitas berat dan cuaca panas juga bisa membuat kita gampang haus. Namun, waspadai jika Anda masih tetap haus bahkan setelah banyak minum. Gampang haus terjadi karena kadar gula berlebih dalam darah menyerap air terus menerus dari jaringan sehingga membuatnya dehidrasi.

2. Banyak atau sering buang air kecil

Banyak minum berarti sering juga buang air kecil. Lebih sering buang air dari biasanya dan volume air seni yang abnormal dinamakan poliuria. Orang dewasa normalnya mengekskresikan satu sampai dua liter air seni setiap harinya. Jangan remehkan kondisi selalu ingin buang air kecil, terutama di malam hari. Dehidrasi parah akibat sering kencing dapat memengaruhi fungsi ginjal.

3. Cepat lapar

Poliphagia adalah kondisi dimana seseorang mengalami rasa lapar yang berlebih dan merupakan satu dari tiga gejala utama diabetes. Kurangnya insulin untuk memasukkan gula ke sel membuat otot dan organ melemah dan tubuh kehabisan energi. Otak akan mengira kurang energi itu karena kurang makan sehingga tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan dengan mengirimkan sinyal lapar.

4. Penurunan berat badan

Walau nafsu makan meningkat, penderita diabetes dapat mengalami penurunan berat badan, bahkan sangat drastis. Menjelang dewasa, berat badan manusia cenderung stabil dari tahun ke tahun. Turun atau naik 1-2 kilo adalah lazim, tapi berhati-hatilah bila perubahannya sampai 5 persen dari berat badan. Karena kemampuan metabolisme glukosa terganggu, tubuh akan menggunakan apapun lain sebagai ‘bahan bakar’, misalnya otot dan lemak sehingga orang akan tampak kurus.

5. Rasa lelah dan lemah yang tidak biasa

Kekurangan gula akan menyebabkan kekurangan energi. Kerja tubuh akan melambat dan malah membakar otot atau lemak selama beraktivitas.

6. Pandangan kabur

Gula darah yang terlalu tinggi akan mengambil cairan dari tubuh, bahkan cairan dalam lensa mata! Dehidrasi jenis ini akan memengaruhi kemampuan berkonsentrasi dan berakhir pada kehilangan penglihatan total bila tidak dirawat dalam jangka waktu yang lama.

7. Pemulihan luka yang lama atau sering infeksi

memengaruhi kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka atau melawan infeksi. Luka yang butuh berminggu-minggu untuk pulih berpotensi terkena infeksi dan membutuhkan pengobatan medis. Bila Anda sering mengalami ini, waspadalah akan penyakit di baliknya, termasuk diabetes.

8. Warna kulit gelap

kulit lembek dan lipatan di badannya. Kondisi ini bernama acanthosis nigricans. Biasanya bercak dan lipatan ini terdapat di daerah ketiak dan sekitar leher. Kondisi ini juga menandakan gangguan insulin.

Pengobatan Penyakit Diabetes Melitus

Untuk pengobatan diabetes melitus, anda bisa menggunakan pengobatan alami yang sudah terbukti mampu mengatasi diabetes, obat alami ini adalah jelly gamat gold g, jelly gamat ini sangat bagus untuk obat luka diabetes dan juga memperbaiki sel beta pankreas.

Gold-G Sea Cucumber Jelly memiliki khasiat penyembuhan yang sangat luar biasa pada beberapa penyakit. Aman, bergizi, paling alami dan ekonomis. Gold -G Jelly Gamat berasal dari spesies Golden Sea Cucumber yang merupakan salah satu spesies paling bernilai dengan kandungan gizi dan khasiat penyembuhan tertinggi di antara semua spesies Sea Cucumber.

Dari penelitian terbukti bahwa teripang gamat memiliki kandungan “Cell Growth Factor” sehingga mampu merangsang regenerasi pemulihan sel dan jaringan tubuh manusia yang telah rusak/sakit bahkan membusuk, sehingga menjadi sehat. Teripang kaya akan grow factor sehingga dapat memperbaiki sel-sel rusak. Kandungan protein hingga 82% dan asam lemak essensial mujarab memperkuat sel hati untuk mengeluarkan antibodi. Karena itu juga teripang kerap disebut imunomodulator. Lantaran kandungan kolagen yang tinggi, gamat ampuh melakukan regenerasi sel secara singkat. Menurut Dr. Zen, gamat larut dalam air sehingga langsung terserap di hati tanpa mengalami detoksifikasi.

Contoh yang mudah misalnya pada kasus penderita diabetes melitus. Selain diminum, gamat juga dioleskan pada luka yang sudah membusuk, bahkan hampir diamputasi. Ternyata, mampu bekerja dengan baik sehingga luka menjadi pulih dengan cepat.

Menurut Dr.Ir.M. Ahkam Subroto, M.App.Sc., Periset Bioteknolog LIPI, kandungan protein tinggi pada teripang yang mencapai 82%, sangat bagus jika diberikan kepada penderita diabetes mellitus. Protein tinggi berperan meregenerasi sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Hasilnya, produksi insulin meningkat. (Trubus 441, Agustus 2006, halaman 109)

Speak Your Mind

*